Catatan Haji 2017: Rihlah Tsaqofiyah dan Ilmiah

Diantara kesamaan saya dan suami adalah gemar diskusi dan mengikuti informasi kekinian. Terutama kalau sudah membahas hal-hal yang saintifik seperti hasil research sesuatu atau permasalahan dunia Islam.

Jadilah perjalanan haji 2017 ini tidak hanya untuk tujuan menunaikan rukun Islam ke-5 (Allahummaj’al hajjanaa hajjan mabruuron… :’)), tetapi juga untuk mencari referensi keilmuan.

Selama di Makkah, kami (terutama suami) gemar mengunjungi toko buku di sekitaran Misfalah, buku-buku referensi hadits beliau crosscheck sekalian keberadaannya di internet, ada juga buku sejarah dunia Islam yang menarik minat, kami save dan ingat-ingat untuk dicari lagi di lain kesempatan. Bahkan setelah Arofah, suami sempat berjalan sepanjang Aziziyah untuk mencari toko buku dan kembali ke apartemen rombongan Raudhoh dengan membawa buku-buku hasil brosingnya.

Begitu rukun haji selesai kami tunaikan, kami berkesempatan melakukan rihlah seputaran Makkah secukupnya dan seadanya.

Diantara rihlah siroh adalah kunjungan kami ke area perjanjian Hudaibiyah yang letaknya ternyata di luar Makkah. Kemudian kami juga mengunjungi museum Haramain pada kesempatan yang sama. Karena letak keduanya berada di jalur yang sama. Seorang supir taksi Pakistani yang mengusulkan perjalanan ini. Dan alhamdulillah bisa berkesempatan.

Di lain waktu, karena dalam perjalanan pulang dari miqat umroh di masjid Aisyah kami melihat sebuah toko buku, akhirnya kami meniatkan untuk mengunjungi toko buku tersebut dan berhasil membawa beberapa buku untuk suami, Aqila, dan Alamgir.

Kurang afdhol bagi suami kalau belum ke Jarir Bookstore. Jadilah kami berdua mengunjungi juga Jarir Bookstore yang jaraknya ternyata cukup jauh dari Misfalah. Toko-toko di Makkah selalu tutup saat waktunya sholat wajib, jadilah kami berjalan keluar masuk toko selama itu, karena kami berangkat menjelang Ashar, sehingga terkena tiga waktu sholat. Kami cukup puas dengan kunjungan ke Jarir ini (Kurang puas sebenarnya… karena kurang uangnya… :P). Dan berhasil membawa buku-buku tadabbur quran, buku bacaan untuk Aqila dan buku unik untuk Alamgir.

Dari lokasi Jarir, ternyata kita bisa melihat lokasi gua Hira, tempat Rasulullah saw dan Abu Bakar Ash Shiddiq ra bersembunyi dari pengejaran orang-orang Quraisy dalam perjalanan hijrah. Kami sengaja tidak mengunjungi langsung karena beratnya medan tidak memungkinkan untuk saya jalani.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s