Circumcision Abang dan Tindik Aqila

Sudah sejak tahun lalu kami bertanya-tanya tentang khitan untuk Abang. Tapi selalu ragu untuk memulai. Giliran mendengar sepupu ayah yang berencana khitan tahun ini, kami kemudian mulai tergerak untuk mencari info lagi.

Jupra japri sana sini ke teh rubby, mbak mila, brosing-brosing.. Ternyata rata-rata Pakistani melakukan khitan untuk anak laki-lakinya sebelumnya usia 1 tahun, bahkan dari usia beberapa hari saja setelah kelahiran. Dan biaya untuk khitan hanya beberapa ratus rupees saja di klinik pribadi sampai dengan ribuan rupees kalau dilakukan di rumah sakit international.

Kami pun melakukan beberapa pengecekan melalui telepon ke klinik dan mampir ke beberapa rumah sakit. Tujuan kami langsung ke dokter bedah/ surgeon. Awalnya kami ke Family Health Hospital di I-10/4 dan bertemu dokter Tasneem. Beliau menjanjikan biaya lebih murah kalau langsung ke klinik beliau di Rawalpindi. Masih belum puas, esoknya kami ke Al Falahi Shifa Hospital dan agak kecewa dengan tanggapan dari para dokter di sana. Well, selain dokter Obsgyn, kami ndak merasa nyaman sih dengan dokter di rumah sakit internasional satu ini. Sering kali agak berkesan arogan.

Akhirnya ayah memutuskan untuk menemui lagi dr Tasneem di kliniknya di Healers Hospital Rawalpindi sekaligus langsung eksekusi circumcision Dan juga tindik telinga Aqila.

Setelah sebelumnya ayah diminta dr Tasneem untuk membeli jarum operasi yang lurus, hari itu telinga Aqila ditindik. Setelah sebelumnya sudah ditindik dua kali di Indonesia.

Selesai Aqila ditindik, dr langsung meminta Abang untuk disiapkan di atas kasur operasi. Dan eksekusi!! Dr langsung memberikan bius lokal. Yang baru berasa setelah beberapa lama operasi khitan dimulai… 😥 Abang menangis menangis dan menangis.. bismillah ya bang..

Ayah dan bunda bertugas menahan Abang dari berbagai sisi untuk menghindari pergerakan yang berlebihan.

Tidak lama, sekitar 10-15 menit, circumcision Abang pun selesai. Ndak pakai metode khusus yang disebut-sebut di dunia internet Indonesia. Abang hanya diberi ring penahan, dan dr bilang dia sudah bisa langsung beraktivitas. Diaper langsung dipasang, celana langsung dipasang, dan Abang juga masih tenang karena biusnya masih berefek. Dr bilang bius akan habis dalam 1 jam.

Kami datang di waktu Ashar dan selesai tepat beberapa waktu sebelum Maghrib. Kami langsung pulang melalui Khyaban e sir Syed. Di perjalanan, ayah mengajak mampir sebentar di bakery untuk membeli eskrim hadiah 🙂 sembari terdengar suara azan dan kita menyegerakan untuk tiba di rumah.

Sempat agak nangis malamnya, tapi alhamdulillah baik-baik. Sepekan lagi kita check up ya Abang..

Ah, esoknya juga sudah berjalan-jalan dengan mobilan yang baru dibelikan ayah.

AhB-Isb,7Juli2017

Late post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s