Tempe Trip

Dear all Kaqila, Bang Aal, Kabayyi 3.. Bunda mau mengingatkan bahwa rizqi dari Allah melalui Tempe adalah salah satu rizqi wujud dari Allah yang harus kita syukuri secara optimal. Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah.. Kita survive salah satunya melalui rizqi Tempe ini. Karena kita tidak hidup melalui beasiswa ataupun dari kakeknenek dan kinin.

Living cost di Isb sebenarnya tidak semahal di tanah air. Tetapi, sebagai mutazawwij/ah, biaya hidup bulanan cukup besar, dear.. ada sewa rumah, listrik, gas, internet, air, sekolah, kebutuhan hari-hari, dan sebagainya.

Ini sekadar curhat ya, dear anak-anakku.. Bukan untuk membebani kalian atau berkeluh kesah, akan tetapi menjadi langkah besar kita untuk selalu bersabar dan bersyukur.. HasbunaLlah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mannasiir.. 

Karena ada saja rizqi yang kita harap2 menjadi bagian dari kita ternyata setelah berikhtiar pun qodaruLlah belum menjadi bagian rizqi kita. Allah lah Maha Pemberi Rizqi.. Laa haula wa law quwwata illaa billaah..

Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita dan mencukupkan rizqi kita ya dear..

Sebenarnya Bunda mau cerita sedikit tentang Tempe trip. Berhubung kita tinggal di Islamabad, Tempe yang kita jual memang biasanya hanya untuk konsumsi masyarakat Indonesia di Islamabad dan sekitarnya. Dan kalau sudah waktunya panen, ayah pasti ingin kita semua pergi bersama keliling Islamabad untuk delivery Tempe. It becomes part of our picnic habit ;p.

Biasanya kita memulai journey of Tempe delivery dari F11 menuju G6, atau kalau sedang mudah, akan lebih nyaman untuk langsung dipasarkan di KBRI pada hari kerja. One stop delivery spot lah..

But, it’s summer, dear.. Tempe sangat sensitif terhadap suhu, jadi gampang rusak menghadapi suhu tinggi Islamabad. Jadi kita memutuskan untuk melakukan delivery jelang maghrib supaya tidak rusak.

Well, one day at the end of May 2017, kita berangkat dari rumah jam 6 sore dan sekilat mungkin mengantarkannya sampai akhir destinasi kita di G6. Suhu hari itu agak lembab, tetapi cuaca berkata lain. Malam itu ternyata hujan cukup deras. Sampai kakak yang duduk di paling depan motor bersahaja ayah, harus basah kehujanan. Bang aal juga merasakan hujan-hujanan pertamanya. Luar biasa lah..

Kita kemudian berteduh di savour Blue Area sembari makan malam yang tertunda setelah buka puasa pinggir jalan sebelumnya. Alhamdulillah nikmat datang dari ta’jil bakwan dari om Ali dan dari nemani ngobrol mbak Yong.. 😉

Begitu hujan agak reda dan angin tidal begitu kencang lagi, kita langsung melanjutkan perjalanan pulang. Kaqila salah kostum hari ini.. Baju pendek summer harus berhadapan dengan udara dingin paska hujan deras dan angin. 

Sesampai rumah, semua langsung ganti baju dan dibalur minyak kayu putih.

Esoknya bang Aal langsung pilek, alhamdulillah kaqila nggak terlalu berdampak. Cepat sehat lagi ya bang Aal, keep healthy kaqila.

Enjoy every trip we have for Tempe ya..

Ahb – Isb, 1 Juni 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s