Masa depan umat ini ada di tangan kalian, duhai putra-putriku…

Betapa besar beban yang akan kalian tanggung, putra-putriku…

Penyakit masyarakat begitu banyak..

Penyakit dalam tubuh umat ini, begitu banyak, nak.. Satu penyakit saja cukup untuk menghancurkan umat ini, kalian pasti menyadarinya, duhai para permata hatiku:

  • Penyakit di Bidang POLITIK
    • Mungkin kalian belum paham, nak, pernah dengarkah hadits wahn yang Rasulullah sampaikan? Kita bagaikan buih di lautan, cintaku.. Bahwa kita telah berada pada masa itu, masa dimana kita diperebutkan dari banyak arah, bahwa kita terjajah oleh musuh-musuh kita. Kita banyak.. tapi wahn telah membutakan kita. Kita terpecah-belah dalam intrik-intrik yang dipolitisir.
  • Penyakit di Bidang EKONOMI
    • Rasulullah pernah mengatakan mengenai debu riba yang ternyata telah kita rasakan pada masa ini. Sistem riba merajalela, bahkan bisa jadi dana yang kita terima sebagai beasiswa atau tunjangan hidup sudah terkena imbas riba. Na’uudzu biLlah min dzaalik yaa Robb, jauhkan kami dari yang sedemikian.
    • Kondisi ekonomi lain adalah terkait dengan eksploitasi sumber daya alam oleh asing dimana kita tidak memiliki daya terhadap sumber daya kita sendiri. Ayo bermartabat!!
  • Penyakit di Bidang PEMIKIRAN
    • Penyakit yang cukup berat adalah yang satu ini. Melemahkan dari luar menjejali dari otak, merancukan ideologi, aqidah, kesadaran, dan pola pikir para pemuda. Kita seolah dibenturkan dengan tembok ideologi kita sendiri. Kita dibuat ragu, dibuat acuh, dibuat bingung dengan Islam. Kemudian tumbuh pemahaman yang bermasalah secara aqidah, Islam liberal, mengaku nabi. Dan kita makin terpecah belah satu sama lain.
  • Penyakit di Bidang SOSIAL
    • Belum cukup beratkah semua penyakit di atas? Tambahkan lagi dengan dekadensi moral, hedonisme, westernisasi yang merubah gaya hidup dalam semua sisinya secara begitu cepat, secepat aliran bisa ular yang menjalar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, dan akhirnya mengeruhkan ketenangannya.
    • Kita juga dikuasai oleh perundang-undangan manusia yangbelum pernah terbukti mampu menghentikan langkah-langkah congkak para kriminalis, mencegah kezhaliman, –dan —di atas itu semua— takkan pernah sanggup mengungguli perundang-undangan langit yang telah diletakkan oleh Sang Maha Pencipta, Raja di raja dan Pemilik semua jiwa manusia
    • Ditambah lagi kita dililit oleh sistem pendidikan barat yang terbukti telah gagal membangun generasi penerus yang akan mengemban amanah kebangkitan di masa datang
  • Penyakit di Bidang KEJIWAAN
    • Masih adakah penyakit lainnya? Setelah tertimpa semua sakit di atas, kemudian sakit internal menjadikan semuanya semakin lengkap. Kita memiliki umat yang lemah jiwanya.. Menjadikan diri penuh dengan keputusasaan yang membinasakan, kemalasan yang mematikan, kepengecutan yang memalukan, kerendahan yang menghinakan, sikap banci yang mewabah, kikir, egois..

Berapa lama kita akan terlena dengan berbagai penyakit ini, duhai anak-anakku? Kita umat terbaik yang diciptakan untuk manusia.. Ayo bangkit! Bersemangat! be positive! be optimist! Jangan jadi bagian dari penyakit, mari kita menjadi solusi..

Perhatian kami pada kalian..

Duhai para ruh baru di tubuh umat, semoga Allah menjadikan kami istiqomah untuk menjaga kalian.. membersamai kalian.. serta mempersiapkan kalian untuk menghadapi masa depan umat ini. Manjadi solusi perlahan-lahan meredakan sakit..

Karena kami yakin masa depan di tangan kalian, duhai putra-putriku.

Karena kalian yang akan menjadi pewaris para Nabi…

Kami mendoakan.. kalianlah yang akan menjadi pewaris para Nabi, menjadi orang-orang yang berilmu. Yang ilmunya memberi kemanfaatan di penjuru bumi dan menjadi investasi akhirat kalian dan juga kami. Yang ilmunya menjadi penyokong da’wah ini dan bukan penghancurnya. Betapa banyak orang-orang yang tinggi ilmunya akan tetapi ilmunya itu tidak bermanfaat bagi imannya, bagi agamanya. Bahkan ilmu yang dimilikinya menggerogoti daging dan tulang umat ini sedikit demi sedikit, melumpuhkan umat.. bahkan menghabisinya..

Jangan salah paham..

Kajian demi kajian dilakukan..

Maafkan kami jika kami telah abai.. Menangis diri kami atas kelemahan kami.. Yang kemudian menjadikan kalian sebagai orang yang ragu-ragu terhadap da’wah ini.. Yang kemudian menjadikan kalian berpikir skeptis dan menghindari jalan da’wah ini..

Kami harap kalian tidak salah paham, duhai pelita hatiku.. Tiada maksud kami mengekang atau membatasi hidup kalian. Justru karena kami amat sangat mencintai kalian, kami ingin kalian bersama kami.. Merasakan indahnya cinta karena Allah.. Merasakan lapangnya dada dengan seribu alasan berhusnudzon. Merasakan itsar tanpa beban.

Mari satukan shaf di jalan ini, anak-anakku.. Bersama berjuang..

Kami meyakini bahwa kesholihah tidak diwariskan.. akan tetapi, orangtua yang sholih akan membentuk anak-anak yang sholih.. Orangtua yang mushlih juga perlu menjadikan anak-anaknya menjadi mushlih..

Untuk apa sholih sendirian? Karena kita ingin masuk surga bersama-sama, menjadi sholih bersama-sama.. Mari, nak..

 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa) (QS. Al Furqon:74)

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

(Wahai Robbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah keturunanku) (QS. Al Ahqof:15)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ الصَّالِحِينَ

(QS. Ash Shafat: 100)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

(QS. Ali Imran: 38)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

(QS. Ibrahim: 40-41)

 

Love you Sholihah Aqila and Sholih Abdullah Alamgir.. :*

 

Ahyani-Islamabad,140417

*Galau ba’da kajian TAK

Referensi:

  • Risalah Da’watuna MR
  • Kajian TAK/ PAA
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s