Seri Rumah Tangga Surga bag. 1

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1. Salah satu konsep dasar sebelum kita berumah tangga adalah memahami konsep rumah tangga surga atau baiti janati

2. Bagaimana mewujudkannya? Maka kita harus tahu bagaimana aktivitas penghuni surga dalam alquran

3. Setelah seseorang masuk surga, mereka melakukan aktivitas yang menunjukkan betapa surga tempat yang menyenangkan

4. Dengan mengetahui aktivitas penghuni surga, maka kita bisa wujudkan hal yang serupa atau semisal dalam rumah tangga kita

5. Salah satu aktivitas penghuni surga ada dalam surat ash shaffat ayat 50 ‘mereka suka duduk berhadap-hadapan dan saling ngobrol’

6. Hal ini juga ada dalam surat al hijr ayat 47 ‘mereka merasa akrab dan duduk di atas dipan-dipan sambil ngobrol’

7. Maka ciri rumah tangga surga adalah adanya kesempatan duduk berhadap-hadapan degan pasangan untuk ngobrol

8. Hal inilah yang menimbulkan keakraban dan rasa saling memahami. Dan dendam atau amarah bertahun tahun tak disimpan dlm hati

9. Itulah kenapa ciri penduduk surga di surat al hijr ayat 47 adalah tak ada dendam

10. Dalam konsep rumah tangga surga, tak ada dendam disebabkan kebiasaan untuk menyelesaikan masalah segera. Tak disimpan dalam diri terlalu lama

11. Fenomena ibu yang memukul anaknya karena kesempatan untuk bicara dengan pasangan dan orang terdekat yang tak tersalurkan

12. Hasilnya, energi marah disimpan dan diekspresikan secara tidak sadar dalam bahasa tubuh yg membuat anak tak nyaman bersama dengannya

13. Lebih bahaya lagi, ketika marah ini dipendam lama, akibatnya ibarat ombak yg menggulung karena tak lama disalurkan

14. Itulah kenapa suami yg baik adalah yg memberi kesempatan istrinya untuk ngobrol lama setiap malam

15. Sebab, kebutuhan wanita untuk bicara amatlah tinggi. Bahkan disebutkan perempuan yg sehat jiwanya minimal mengeluarkan 20.000 kata per hari

16. Jika tak terpenuhi, maka tertumpahkan kepada anak dgn sikap yang tak nyaman

17. So, bangun rumah tangga surga dengan memberi kesempatan pasangan setiap malam tuk bicara. Sebagaimana kebiasaan rasul kepada aisyah (HR, Bukhari)

18. Dan untuk menandai emosi istri yg menyimpan marah itu mudah. Lihat bahasa tubuhnya

19. Jika tidur sudah berbalas punggung, mata tak berani menatap mesra pasangan, tanda ada HATI YANG TERLUKA

20. So, suami pandanglah mata istrimu dan temukan adakah luka dalam jiwanya?

21. Obatnya adalah bicara dan mendengarkan….

22. Bagaimana jika para istri memiliki suami yg cuek? Tak mau diajak bicara? Maka, carilah media penyaluran emosi yg tepat dan benar

23. Curhatlah kepada orang yg tepat. Selain tentunya yang utama kepada Allah SWT

24. Jika tak biasa bicara, maka menulislah. Sebab menurut imam nawawi menulis itu mampu menetralisir perasaan sekaligus emosi negatif yang dipendam lama

25. Kebiasaan menulis diary atau blog dan sejenisnya bagian dari teknik penyaluran emosi yg tepat. Tidak dipendam lama

26. Maka, sungguh amat sengsara bagi wanita yg punya suami cuek namun tak punya kemampuan menulis. Penderitaan jiwa makin menggelora

27. Itulah kenapa pendidikan dasar bagi anak wanita adalah menulis. Untuk apa? Untuk selamatkan jiwanya di saat tak ada orang lain lagi yang dipercaya

28. Kesimpulannya. Jika stress menjalani rumah tangga, maka menulislah. Ini bagian dari solusi sementara.

29. Akan lebih indah, jika di tengah kesibukan selalu ada waktu untuk bicara dengan pasangan layaknya penduduk surga. Mari memulainya

30. Silahkan coba. Maaf jika kurang berkenan. Jika manfaat boleh disebarkan (bendri jaisyurrahman)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s