Dear Kakak Aqila (01)

Photo1850

Masa hamil

Ditinggal ayah pergi haji, tinggal di rumah bu Ibnu di G8/2. Baru berani urine cek setelah 2,5 bulan kehamilan karena pernah salah… over happy ternyata false sign.

3 bulan pertama kehamilan benar2 rumit. Kalau nggak makan dengan benar pasti mual dan muntah… paling nggak bisa nyium bau masakan pakistan, pasti muntah juga. Benar2 berat. Bahkan pernah habis makan truz naik bus kampus, sampai di kampus langsung muntah di bawah pohon terdekat dari bus. Bus yang ditumpangi selama di G8 adalah nomor 26 yang rutenya melalui Karachi company, G10, trus ke kampus.

Ayah pulang adalah momen yang sangat exciting… Hari itu teman2 ayah telat menjemput bunda yang tadinya jam 5 harusnya sudah dijemput, ini jam 6.30 baru pada datang… bunda yang sudah menunggu di luar dari jam 5.30 merasa sangat gemas!!! Ditambah udara winter saat itu. Apalagi ayah kasihan sekali, ditinggal teman2nya di bandara sendirian demi menunggu jemputan. Pulangnya langsung ke G11. Bunda dan ayah melepas kangen kemudian siangnya ayah tertidur seharian. Bunda ingat itu adalah hari Jumat dan hari pertama bunda ujian midterm. Ujian bunda saat itu adalah Financial Market (yang dosennya sir yang menjuluki bunda the matematician. Sejak itu bunda jadi sosok matematician yang cukup dipandang di kelas… halah!! 😛 ). Dan upaya2 jemput ayah plus ga belajar dengan benar untuk ujian menjadikan nilai midterm bunda jeblok blok blok pada mata kuliah itu… tapi bunda berupaya keras untuk memperbaikinya di ujian final dan berhasil mendapatkan A.

Begitu lewat 3 bulan kehamilan, alhamdulillah mual dan muntah sudah mulai hilang… walaupun begitu, gantinya adalah rasa sakit di paha yang menyebabkan bunda tidak bisa berjalan dengan cepat dan kesulitan bergerak ketika pindah posisi saat tidur. Tapi bunda menikmati momen2 ini.

Trimester kedua tidak begitu terasa, tapi bunda mulai merasakan kehadiranmu melalui gerakan-gerakan sederhana di perut bunda. Awalnya bunda tidak sadar, karena gerakanmu hanya sesekali dan itupun dengan jeda sekitar seminggu. sepertinya saat-saat itulah momen ruhmu ditiupkan. Karena terjadi agak awal, teman bunda berulang kali mengatakan bahwa bisa jadi kakak berjenis kelamin laki-laki. Bunda cukup excited juga mengharapkan bahwa anak pertama bunda laki-laki dan bisa menjadi penjaga untuk adik-adiknya. Tapi bunda tidak masalah kalaupun anak pertama bunda perempuan. Mudah2n menjadi kakak yang perhatian dan disayang juga oleh adik-adiknya… seperti bunda inilah… bunda walaupun anak pertama, tapi karena perempuan satu-satunya dan adik2 bunda (om-omnya kakak) laki-laki, jadinya bunda cukup disayang looo…

Pada bulan desember 2011, nin mengadakan syukuran 4 bulanan kakak di rumah ciputat. Teman2 nin, teman2 bunda, keluarga nin bandung, semua datang turut berbahagia… Alhamdulillah komunikasi berjalan jarak jauh dengan skype. Pada saat itu ayah tidak bisa menemani bunda karena paginya mendadak dapat kabar kalau Febynya bu Ibnu mendadak dioperasi usus buntu di Ali Medical F8 dan bu Ibnu minta dibawakan air panas. Alhamdulillah pagi itu bunda sudah masak lengkap untuk sarapan dan makan siang dengan sayur dan ikan asam manis, padahal belum dengar kabar soal Feby. Jadi begitu dengar kabar soal feby, bunda langsung menyiapkan teko air panas plus makanan untuk sarapan dan makan siang bu Ibnu, karena bunda paham bu Ibnu tidak bisa makan makanan pakistan. Setelah bunda siapkan, ayah kemudian berangkat ke rumah sakit. Hari itu adalah tanggal 31 Desember 2011 bertepatan dengan hari ulang tahun mang abie. Acara telekonferensinya berjalan dengan lancar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s