Happy Homes – A Sunnah Guide

sakinah (1)

Posted by: Ismail Kamdar

In most religions, piety is linked with abstaining from marriage and raising a family. Many people believe it is impossible to give both God and family their rights, this has led to the breakdown of the family structure in pursuit of piety.

On the flipside, in secular culture, emphasis is on self-gratification and this in turn has led to the breakdown of the family system as well.

Islam, however, came to reform society with a natural way of life and as a result great emphasis is placed on family life, this is why the Prophet (peace be upon him) said, “The best of you is the one who is best to his family.”

Common causes of problems in Muslim homes:

1. Selfishness.

The Prophet (peace be upon him) said, “None of you is a true believer until he loves for his brother that which he loves for himself.”

2. Arrogance.

Not wanting to admit when one is wrong or apologize.

3. Looking for faults in others

“Oh you who believe, stay away from suspicion, sometimes suspicion can be a sin, and do not spy on people or backbite each other, would you like to eat the flesh of your dead brother? No, you would hate it so fear Allāh.” (Surah Hujarat 49:12)

4. Cultural practices that conflict with Islam

Practicing any culture is fine as long as it does not contradict any principle of Islam

5. Haraam sources of income

6. Lack of Halal entertainment

7. Haraam elements in the house, includes non-practicing parents or Haraam forms of entertainment

8. Living beyond your means

Qualities needed for a happy family:

1. Knowledge and practice of Islam

2. Love, mercy, compassion and understanding

3. Family time, spending quality time together

4. Patience in dealing with each other and ability to overlook the faults of other family members

5. Respect for everyone

6. Determination to make things work as Allāh does not test a person with more than he or she can handle

This is just a summary, listen to the complete lecture at the link http://muslimmatters.org/2010/06/22/happy-homes-a-sunnah-guide/

Terjemahan bebas:

Dalam kebanyakan agama, umumnya keshalihan dihubungkan dengan berpantang dari perkawinan dan berkeluarga. Banyak orang percaya bahwa tidak mungkin untuk memenuhi hak-hak Allah bersamaan dengan hak-hak keluarga, hal ini telah menyebabkan kerusakan sistem keluarga demi mengejar keshalihan.

Di lain pihak, dalam budaya sekuler, terdapat penekanan pada kepuasan diri yang pada gilirannya telah menyebabkan kerusakan pada sistem keluarga juga.

Namun demikian, Islam datang untuk mereformasi masyarakat dengan cara hidup yang alami dengan penekanan utama pada kehidupan berkeluarga, sebagaimana sabda Nabi (saw), “Sebaik-baik kalian adalah orang yang terbaik untuk keluarganya. ”

Penyebab umum masalah dalam rumah tangga Muslim:

1. Keegoisan

Nabi (saw) berkata, “Tidak beriman di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

2. Arogansi

Tidak ingin mengakui salah bila salah, pun tidak meminta maaf.

3. Mencari kesalahan orang lain

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujarat 49:12)

4. Praktik budaya yang bertentangan dengan Islam

Mempraktikkan budaya tidak masalah selama tidak bertentangan dengan setiap prinsip Islam

5. Sumber pendapatan haram

6. Kurangnya hiburan yang halal

7. Unsur haram di rumah, termasuk orang tua yang tidak mempraktikkan ajaran Islam atau bentuk hiburan yang haram (terlarang dalam Islam)

8. Hidup di luar kemampuan

Kualitas yang diperlukan untuk keluarga bahagia:

1. Pengetahuan dan praktik ajaran Islam

2. Cinta, kasih sayang dan pengertian

3. Waktu keluarga, menghabiskan waktu berkualitas bersama-sama

4. Kesabaran dalam menghadapi satu sama lain dan kemampuan untuk mengabaikan kesalahan anggota keluarga lainnya

5. Menghormati semua orang

6. Kebulatan tekad untuk bersungguh-sungguh dalam segala hal karena Allāh tidak menguji seseorang melebihi kesanggupannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s